Budaya

Arti Nama Lakon Pewayangan Wayang Kulit

Posted by Andika Saputra on 17 Januari 2018

Pagelaran wayang kulit purwa, atau disebut juga pakeliran wayang kulit adalah sebuah pertunjukan yang berdasarkan lakon / cerita. Setiap sekali pertunjukan wayang didasarkan pada satu buah lakon / judul. Jadi, setiap kali akan menonton pertunjukan wayang kulit, pastikan dulu tahu lakon yang dimainkan agar nanti paham apa yang ditonton. Karena wayang kulit ini berasal dari Jawa, dan menggunakan bahasa jawa, tentu saja nama-nama lakon dalam cerita pewayangan juga menggunakan bahasa jawa.

Berikut adalah beberapa jenis lakon pewayangan wayang kulit dan maksud atau artinya.

1. Lakon Lahiran

Lakon ini biasanya diawali dengan kata “lahire”. Sesuai namanya, lakon ini bercerita mengenai kisah lahirnya seorang tokoh dalam cerita pewayangan wayang kulit purwa. Seperti misalnya “Lahire Wsanggeni” yang menceritakan bagaimana lahirnya wisanggeni.

2. Lakon Gugur

Lakon ini biasanya diakhiri dengan kata “gugur”. Sesuai namanya, lakon ini bercerita mengenai kisah gugurnya / meninggalnya seorang tokoh dari pewayangan. Contohnya seperti Gathotkaca Gugur, Abimanyu Gugur, dan sebagainya.

3. Lakon Jumenengan

Lakon ini menceritakan tentang pengukuhan atau penobatan seseorang tokoh menjadi raja / ratu. Seperti lakon Jumenengan Parikesit, Jumenengan Puntadewa, dan sebainya.

4. Lakon Mbangun

Ciri pokok lakon jenis mbangun adalah adanya kegiatan pembangunan suatu tempat, misalnya mBangun Taman Maerakaca, mBangun Candi Saptarengga, Semar mBangun Gedhongkencana, Semar mBangun Klampis Ireng dan lain-lain. Dan yang paling saya sukai dalam lakon mbangun ini adalah lakon Semar Mbanung Kayangan.

5. Lakon Banjaran

Adalah penggabungan beberapa lakon yang menceritakan seorang tokoh dari lahir sampai mati dalam satu kesatuan pentas. Kalau penasaran dengan asal usul atau kehidupan sebuah tokoh dalam pewayangan, menonton lakon banjaran ini paling cocok. Contoh: Banjaran Bima, Banjaran Karna, Banjaran Gatutkaca, dan sejenisnya.

6. Lakon Duta

Ciri lakon jenis duta adalah adanya seorang tokoh wayang yang mendapat tugas menjadi duta dari seorang raja agar dapat menyelesaikan suatu masalah. Contoh: Anoman Dhuta (favorit saya), Kresna Dhuta, Drupada Dhuta, dan sejenisnya.

Selain lakon-lakon di atas masih ada lakon-lakon besar / populer di tengah masyarakat, seperti lakon baratayudha, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa lakon pewayangan wayang kulit dan maksud / artinya yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman saya nonton wayang kulit, walau pun hanya lewat youtube. Cintailah budaya lokal Indonesia agar tidak hilang dimakan zaman.

Tags : , ,