Tips Memilih Hosting, Kenali Dulu Istilah Di Dalamnya

Posted by Andika Saputra on 6 Februari 2017

Memilih web hosting bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampang ketika kita punya dana yang besar, sehingga bisa memilih opsi terbaik untuk website yang akan dibangun. Susah jika kita memiliki dana yang cukup terbatas, karena kita harus bisa mengira-ira akan seberapa berat website yang dibangun, apakah hostingnya kuat atau tidak.

Biasanya dalam memilih web hosting kita hanya melihat ukuran disk space, bandwith, database, dan jumlah add on domain. Memang sih itu tidak sepenuhnya salah, karena memang kebanyakan penyedia web hosting terutama shared hosting hanya menampilkan poin poin itu. Padahal bisa nantinya menemui kekecewaan.

Sebagai contoh, misal ada sebuah penyedia web hosting yang menawarkan disk space sebesar 500MB dan bandwith per bulan sebesar 2GB. Tapi, tiba-tiba ketika sedang membuka website yang ditaruh di layanan tersebut kok error, dan errornya resource limit. Tapi parahnya, ketika buka cpanel dan ngecek bandwith padahal masih kepake sekitar 300MB dan disk space baru sekitar 100MB. Kok bisa?. Kenapa hal itu bisa terjadi? Bukannya belum mencapai batas disk space dan bandwidth? (bahkan setengahnya aja belum).

Sebenarnya resource tidak hanya disk space dan bandwith aja. Ada banyak macam resource dalam sebuah web hosting. Sebut saja CPU, memory (RAM), Iinput Output (I/O), dan lainnya. Ada baiknya sebelum membeli sebuah layanan web hosting kita memperhatikan hal-hal tersebut. Tapi sayangnya tidak semua penyedia layanan web hosting memberikan keterangan mengenai hal-hal tersebut dalam laman Plan and Pricing nya.

Resource Dalam Web Hosting

Berikut ini adalah beberapa istilah resource dalam web hosting yang mempengaruhi kinerja sebuah website.

CPU

Bagi orang IT atau setidaknya pengguna komputer yang memperhatikan, seharusnya sudah tahu apa itu CPU. CPU adalah tempat pemrosesan instruksi sebuah program. Website juga merupakan sebuah program yang memiliki instruksi yang akan dikerjakan oleh CPU ini.

Nah CPU juga punya batas. Komputer atau laptop yang kita punya saja punya batas dari CPU yang dimilikinya. Kalau pengguna Windows bisa buka task manager kemudian lihat pada bagian CPU. Di situ terlihat seberapa beban sebuah program terhadap sebuah CPU. Di komputer kita juga pasti dijelaskan berapa jumlah core dari CPU itu, dan berapa kecepatan nya.

Demikian juga dengan CPU pada web hosting. Punya jumlah core dan kecepatan (Clock Speed). Nah, coba lihatlah seberapa besar clock speed dari CPU nya dan juga berapa jumlah core nya. Tapi tidak usah terlalu takut jika hanya memiliki sekitar 1GHz atau mungkin hanya 500MHz, karena sesungguhnya dalam web hosting tidak menjalankan hal yang berat seperti pada komputer yang kita gunakan sehari-hari.

Memory (RAM)

Perangkat yang ini juga seharusnya tidak asing bagi kita, karena ketika beli komputer atau bahkan smartphone, kita pasti lihat RAM nya ada berapa GB. Sama seperti CPU, RAM di web hosting juga memang tidak terlalu besar.

Yang perlu diperhatikan, memori di sini ada 2, yaitu VMEM dan PMEM. VMEM adalah kependekan dari Virtual Memory. Memory ini adalah memory virtual yang diambil dari storage (SSD/Hardisk) yang kecepatannya lebih rendah dari PMEM. Sedangkan PMEM adalah Physical Memory, yaitu memory fisik yaitu RAM. Nah, perlu diperhatikan berapa memory yang ada di situ.

Entry Processes (EP)

Entry Processes (EP) menerangkan seberapa banyak script web yang berjalan dalam satu satuan waktu. Biasanya banyak penyedia layanan web hosting memberikan maksimal EP sebesar 10. Artinya dalam satu waktu ada 10 pemrosesan script web.

Jangan berfikir bahwa 10 EP disini adalah 10 pengguna dalam satu waktu ya.. Karena 1 EP ini dijalankan dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya beberapa milisecond. Karena sangat sulit ada 10 orang yang melakukan klik link dalam waktu yang hanya beberapa milisecond itu secara bersamaan. Tapi untuk website yang cukup besar (pengunjung ribuan per jam) mungkin saja bisa mencapai limit EP ini.

NPROC

Number of processes (NPROC) ini hampir sama dengan EP di atas, tapi di sini proses selain script web juga dihitung, seperti proses aplikasi web servernya itu sendiri, kemudian proses dari database dan lainnya.

Nah, biasanya NPROC ini diberi limit hingga maksimal 100 NPROC.

IO

Input Output (IO) di sini lebih ke kecepatan internet dari hosting itu sendiri. Sama dengan koneksi internet di kos atau di rumah kita. Misal sebuah web page berukuran 120kB, dan IO nya dilimit di 25600 kBps berarti dalam satu detik, hosting dapat melayani download web page sebanyak 213 client. Tapi dengan syarat jika limit EP dan NPROC memungkinkan.

IO ini salah satu yang mempengaruhi kecepatan website kita saat diakses.

IOPS

Input Output per second ini berarti jumlah proses input dan output nya. Jika EP tadi proses dalam satu waktu yang cukup singkat, IOPS ini jumlah proses input dan output dalam 1 detik. Input berarti ketika client melakukan request / upload, output berarti ketika server hosting mengirimkan data ke client / download. Jelas berbeda dengan EP yang hanya proses dari script nya, proses transfer data tidak terhitung.

Kesimpulan

Nah, itu tadi beberapa resource yang harus diperhatikan dalam memilih sebuah layanan web hosting. Jangan sampai nanti protes berlebihan kepada technical support karena website down tapi bandwidth dan disk space masih banyak. Ada baiknya coba cek dulu penggunaan resource yang ada di cpanel.

Untuk mendapatkan performa dan kecepatan yang lebih optimal pilih juga server hosting dari lokasi yang berdekatan dengan target website kita. Server di sini bukan berarti lokasi penyedia layanan web hosting. Biasanya penyedia layanan ini menyediakan berbagai pilihan server dari bermacam lokasi negara.

Memang tidak banyak penyedia layanan web hosting yang menyertakan keterangan resource tersebut dalam paket penjualan hostingnya. Salah satu penyedia layanan web hosting dari Indonesia yang memberikan detail dari limit resource di atas adalah domainesia (bukan endorse).

Tak ada salahnya menanyakan kepada customer service jika memang penyedia layanan hosting tersebut tidak mencantumkan berbagai resource di atas.