Project Google DeepMind, Mengagumkan atau Mengerikan

Posted by Andika Saputra on 6 Februari 2017

Apa yang pertama kali terlintas di fikiran temen-temen jika mendengar kata Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia nya biasa disebut kecerdasan buatan? Ada yang berfikiran bahwa AI itu hebat, sangat membantu dalam berbagai aspek kehidupan. Tapi ada juga yang berfikiran bahwa AI adalah pembunuh, yang semakin lama tentu akan menggantikan pekerjaan manusia, hingga akhirnya lapangan pekerjaan ditempati oleh robot yang mempunyai kecerdasan.

Nah, beberapa tahun belakangan ini, Google mengembangkan sebuah project AI yang dinamai Project Google DeepMind atau disingkatnya DeepMind. Yang menarik dari project ini adalah sistem yang dibuat nantinya dapat mempelajari hal-hal baru secara mandiri.

Perlu diketahui bahwa AI saat ini harus mendapat inputan data berupa fakta-fakta yang akan diolah dan diberikan algoritma yang sesuai untuk sebuah kasus, sehingga dapat menentukan keputusan. Akan tetapi, dalam project DeepMind ini, sistem akan mencari sendiri fakta-fakta tersebut dan mempelajarinya secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Sejarah DeepMind

DeepMind sendiri didirikan di London pada tahun 2010 oleh orang-orang yang cukup sukses di bidang enterpreneur teknologi. Sebut saja Dr. Demis Hassabis, PhD, Mustafa Suleyman, serta Dr. Shane Legg, PhD. Tak lama kemudian, mereka diakuisisi oleh Alphabet group (induk Google) pada tahun 2014. Akan tetapi aktifitas tetap dilakukan di asal DeepMind yakni di London.

Mereka mempunyai visi untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik, seperti slogan yang mereka miliki

Solve intelligence. Use it to make the world a better place.

Dalam situs resminya, mereka mengatakan bahwa DeepMind memiliki misi saintis untuk menekan batas dari AI, dengan mengembangkan program yang dapat belajar untuk memecahkan masalah yang rumit tanpa harus diberi tahu bagaimana caranya.

Perkembangan DeepMind

Dalam situs resminya, mereka mengatakan bahwa sistem ini mampu memainkan 49 judul game atari. Tapi ternyata tidak hanya memainkan, tapi mampu memenangkan permainan itu.

Sejak Mei 2016, sedikitnya 10 penghargaan diterima oleh DeepMind ini. Dan yang terbaru mendapatkan pengargaan dalam ajang Corea Image Communication Institute (CICI) Korea Award pada tanggal 11 Januari 2017 kemarin.

Skynet

Bagi penikmat film terminator tentu mengenal atau setidaknya tahu mengenai Skynet. Dalam film terminator, skynet merupakan sebuah Artificial Intelligence yang sangat canggih. Skynet juga menyebar ke jutaan komputer server di seluruh dunia. Bahkan penciptanya kesulitan untuk menonaktifkannya.

Bayangkan jika nantinya DeepMind ini mampu berfikir seperti layaknya manusia dan akhirnya memiliki keinginan untuk melakukan seperti apa yang dilakukan skynet. Apalagi jika nantinya menyebar dan masuk dalam sistem persenjataan suatu negara. Mungkin saja bisa ada sebuah rudal nuklir yang terbang ke suatu negara.

The Matrix

Selain Skynet, penggemar film The Matrix pasti tahu bahwa seluruh umat manusia hidup dalam dunia virtual yang dinamakan The Matrix. Di mana manusia hidup di dalam sebuah sistem komputer yang canggih yang telah menguasai dunia. Sementara tubuh asli manusia itu sedang tidur di suatu tempat.

Namun, ketika ada orang yang tersadar dan mencoba untuk membangunkan semua orang, hal itu menjadi sangat sulit.

Mengagumkan atau Mengerikan

Banyak orang yang memiliki keyakinan dan kekhawatiran akan terjadinya hal seperti ini. Bahkan Bill Gates pun mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) ini bisa menjadi ancama bagi kelangsungan hidup umat manusia. Ia beralasan mesin akan melakukan banyak pekerjaan untuk kita dan kita menjadi tidak cerdas.

Tak hanya Bill Gates, ilmuan terkemuka Stephan Hawking pun merasa bahwa mesin dengan kecerdasan buatan adalah akhir dari umat manusia.

Akan tetapi tidak selamanya kekhawatiran itu benar, Bill Gates dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa mesin kecerdasan buatan ini menjadi baik jika kita mengelolanya dengan benar. Misalnya saja, dalam mengenali sebuah penyakit, atau pengambilan keputusan sebuah keputusan perusahaan. Atau paling gampangnya adalah penentuan lokasi barang di sebuah toko.

Tak bisa dipungkiri bahwa teknologi, khususnya kecerdasan buatan sangat membantu kehidupan kita. Tapi jangan sampai kita terlalu tergantung pada teknologi tersebut.